Saya harap terjemahan awal ini bermanfaat. Jika Anda menginginkan terjemahan untuk bagian spesifik lainnya, silakan beritahu saya. Untuk terjemahan keseluruhan kitab dan pembuatan PDF, saya sarankan untuk mencari sumber atau ahli yang memang memiliki spesialisasi dalam penerjemahan kitab-kitab klasik Islam. Sumber Baiklah, saya akan membuatkan aplikasi web interaktif satu halaman (SPA) berdasarkan kitab "Al-Hikam Al-'Athoiyyah" karangan Syekh Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan eksplorasi dan perenungan terhadap hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Semua teks antarmuka dan konten akan disajikan dalam Bahasa Indonesia. Berikut Halaman 1 الْحِكَمُ العَطَائِيَّةُ Syekh Ahmad Ibnu ‘Atha’illah As-Sakandari Wafat tahun 709 H Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 (۱) مِنْ عَلَامَاتِ الاعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ، نُقصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وَجُودِ الزَّلَلِ.Terjemahan: 
(1) Di antara tanda-tanda bersandar pada amal adalah berkurangnya harapan (kepada Allah) ketika terjadi kesalahan (dosa). 
 (۲) إرادتكَ التَّجْرِيدَ مَعَ إِقَامَةِ اللَّهِ إِيَّاكَ فِي الأَسْبَابِ مِنَ الشَّهْوَةِ الْحَفِيَّةِ ، وَإِرَادَتُكَ الأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللَّهِ إياكَ في التَّجْرِيدِ الْحِطَاطُ عَنِ الْهِمَّةِ الْعَلِيَّةِ.Terjemahan: 
(2) Keinginanmu untuk tajrid (meninggalkan sebab-sebab/usaha duniawi) padahal Allah menempatkanmu dalam asbab (lingkaran sebab-sebab/usaha duniawi) adalah termasuk syahwat yang tersembunyi. Dan keinginanmu untuk tetap dalam asbab padahal Allah menempatkanmu dalam tajrid adalah suatu penurunan dari semangat (cita-cita) yang luhur. 
(۳) سَوَائِقُ الْهِمَمِ لَا تَخْرُقُ أَسْوَارَ الْأَقْدَارِ.Terjemahan: 
(3) Dorongan-dorongan semangat yang kuat tidak akan mampu menembus dinding-dinding takdir. Halaman 2 
(٤) أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيرِ فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لَا تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ.Terjemahan: 
(4) Istirahatkan dirimu dari (kesibukan) mengatur (urusan duniamu), karena apa yang telah diatur oleh selainmu (Allah) untukmu, janganlah engkau sibuk mengaturnya untuk dirimu sendiri. 
(٥) اجْتِهَادُكَ فِيْمَا ضَمِنَ لَكَ وَتَقْصِيرُكَ فِيمَا طَلَبَ مِنْكَ ، دَلِيلٌ عَلَى انْطِمَاسِ الْبَصِيرَةِ مِنْكَ.Terjemahan: 
(5) Kesungguhanmu dalam urusan yang telah dijamin untukmu, dan kelalaianmu dalam urusan yang dituntut darimu, adalah bukti atas padamnya bashirah (mata hati) darimu. 
(٦) لاَ يَكُنْ تَأْخُرُ أَمِدِ الْعَطَاءِ مَعَ الإِلْحَاحِ فِي الدُّعَاءِ مُوجِباً لِيَأْسِكَ فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الإِجَابَةَ فِيمَا يَخْتَارُهُ لَكَ لا فِيمَا تَختَارُهُ لِنَفْسِكَ وَفِي الْوَقْتِ الَّذِي يُرِيدُ لا فِي الْوَقْتِ الَّذِي تُرِيدُ.Terjemahan: 
(6) Janganlah tertundanya waktu pemberian (dari Allah) meskipun engkau terus-menerus berdoa, menyebabkan keputusasaanmu. Sebab Dia telah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut apa yang engkau pilih untuk dirimu sendiri; dan pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan.
(۷) لا يُشَكِّكَنَّكَ فِي الْوَعْدِ عَدَمُ وُقُوعِ الْمَوْعُودِ بِهِ وَإِن تَعَيَّنَ زَمَنُهُ لِئَلَّا يَكُونَ ذلِكَ قَدْحاً فِي بَصِيرَتِكَ وَإِحْمَاداً لِنُورِ سَرِيرَتِكَ.Terjemahan: 
(7) Jangan sampai tidak terjadinya apa yang dijanjikan—meskipun telah ditentukan waktunya—membuatmu ragu terhadap janji (Allah), agar hal itu tidak mencela bashirah-mu dan memadamkan cahaya batinmu. 
(۸) إِذَا فَتَحَ لَكَ وَجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلَا تُبَالِ مَعَهَا أنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّه ما فَتَحَهَا لَكَ إِلَّا وَهُوَ يُرِيدُ أنْ يَتَعرَّفَ إِلَيْكَ أَلَمْ تَرَ أَنَّ التَّعَرُّفَ هُوَ مُورِدُهُ عَلَيْكَ وَالأَعْمَالُ أَنْتَ مُهْدِيهَا إِلَيْهِ وَأَيْنَ مَا تُهْدِيهِ إِلَيْهِ مَا هُوَ مُورِدُهُ عَلَيْكَ.Terjemahan: 
(8) Apabila Allah membukakan bagimu satu jalan untuk mengenal-Nya, jangan pedulikan jika amalmu sedikit. Sebab, Dia tidak membukakannya untukmu melainkan Dia ingin memperkenalkan diri-Nya kepadamu. Tidakkah engkau tahu bahwa pengenalan (ma'rifat) itu adalah anugerah-Nya untukmu, sedangkan amal-amalmu adalah persembahanmu kepada-Nya? Dan apalah artinya persembahanmu dibandingkan dengan anugerah-Nya yang dilimpahkan kepadamu?
(۹) تَنَوَّعَتْ أَجْنَاسُ الأَعْمَالِ لِتَنَوعِ وَارِدَاتِ الأَحْوَالِ.Terjemahan: 
(9) Beraneka ragamnya jenis amal disebabkan oleh beraneka ragamnya waridat (karunia ilahi) yang datang menyertai keadaan (spiritual seseorang). 
 (١٠) الأَعْمَالُ صُوَرٌ قَائِمَةٌ ، وأَرْواحُهَا وُجُودُ سِرّ الإخلاص فِيهَا.Terjemahan: 
(10) Amal-amal itu adalah bentuk-bentuk (kerangka) yang tegak, sedangkan ruhnya adalah adanya rahasia ikhlas di dalamnya. 
 (۱۱) إِدْفِنْ وُجودكَ فِي أَرْضِ الْخُمُولِ فَمَا نَبَتَ ممَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمُّ نِتَاجُهُ.Terjemahan: 
(11) Tanamlah wujudmu (eksistensimu) di bumi kerendahan hati (tidak dikenal), karena sesuatu yang tumbuh dari apa yang tidak ditanam (dengan baik) tidak akan sempurna hasilnya.
 (۱۲) مَا نَفَعَ القَلْبَ شَيْءٍ مِثْلُ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مَيْدَانَ فِكْرَةٍ.Terjemahan: 
(12) Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hati selain uzlah (mengasingkan diri) yang dengannya ia memasuki medan perenungan. 
 (۱۳) كَيْفَ يُشْرِقُ قَلْبٌ صُوَرُ الأَكْوَانِ مُنْطَبعَةٌ فِي مِرآتِهِ أَمْ كَيْفَ يَرْحَلُ إلى اللَّهِ وَهُو مُكَبَّلٌ بشَهَواتِهِ أَمْ كَيْفَ يَطْمَعُ أَن يَدْخُلَ حَضْرَةَ اللَّهِ وَهُوَ لَمْ يَتَطَهَّرُ مِنْ جَنَابَةِ غَفَلَاتِهِ أَمْ كَيْفَ يَرْجُو أَنْ يَفْهَمَ دَقَائِقَ الأَسَرَارِ وَهُوَ لَمْ يَتُبْ مِنْ هَفَواتِهِ.Terjemahan: 
(13) Bagaimana akan bersinar hati yang gambaran alam semesta terpatri di cerminnya? Atau bagaimana ia akan berangkat menuju Allah sedangkan ia terbelenggu oleh syahwatnya? Atau bagaimana ia berhasrat memasuki hadirat Allah sedangkan ia belum bersuci dari janabah kelalaiannya? Atau bagaimana ia berharap memahami rahasia-rahasia yang halus sedangkan ia belum bertaubat dari kesalahan-kesalahannya? 
 (١٤) الْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ ، وَإِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُورُ الْحَقِّ فِيهِ ، فَمَنْ رأى الكون وَلَمْ يَشْهَدْهُ فِيه أَوْ عِنْدَهُ أَوْ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ فَقَدْ أَعْوَزَهُ وُجُودُ الأنوار ، وحُجَبَتْ عَنْهُ شُموسُ الْمَعَـــــارِفِ بِسُحُبِ الآثار.Terjemahan: 
(14) Alam semesta seluruhnya adalah kegelapan, dan yang meneranginya hanyalah penampakan Al-Haq (Allah) di dalamnya. Maka barangsiapa melihat alam semesta dan tidak menyaksikan-Nya di dalamnya, atau di sisinya, atau sebelum-Nya, atau sesudah-Nya, maka ia benar-benar telah kehilangan cahaya dan terhalang baginya matahari ma'rifat oleh awan-awan ciptaan (alam semesta). 
 (١٥) مِمَا يَدلُّكَ عَلَى وُجُودِ قَهْرِهِ سُبْحَانَهُ أَنْ حَجَبَكَ عَنْهُ بِمَا لَيْسَ بِمَوْجُودٍ مَعَهُ.Terjemahan: 
(15) Di antara yang menunjukkan kepadamu akan adanya kekuasaan-Nya (Allah) Subhanahu wa Ta'ala adalah Dia menghalangimu dari-Nya dengan sesuatu yang sebenarnya tidak ada bersama-Nya.
 (١٦) كَيْفَ يتصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ ، وَهُوَ الَّذِي أَظهَرَ كُلَّ شَيْءٍ. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ ، وَهُوَ الَّذِي ظَهَرَ بِكُلِّ شَيْءٍ. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ ، وَهُوَ الَّذِي ظَهَرَ فِي كُلِّ شَيْءٍ. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٍ ، وَهُوَ الَّذِي ظَهَرَ لكُلِّ شَيْء. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٍ ، وَهُوَ الظاهِرُ قَبْلَ وُجودِ كُلِّ شَيْءٍ. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٍ ، وَهُوَ الظَّاهِرُ قَبْلَ وُجودِ كُلِّ شَيْءٍ.Terjemahan: 
(16) Bagaimana mungkin Dia terhalang oleh sesuatu, padahal Dialah yang menampakkan segala sesuatu? Bagaimana mungkin Dia terhalang oleh sesuatu, padahal Dialah yang tampak dengan segala sesuatu? Bagaimana mungkin Dia terhalang oleh sesuatu, padahal Dialah yang tampak pada segala sesuatu? Bagaimana mungkin Dia terhalang oleh sesuatu, padahal Dialah yang tampak bagi segala sesuatu? Bagaimana mungkin Dia terhalang oleh sesuatu, padahal Dialah Yang Maha Tampak sebelum adanya segala sesuatu? Bagaimana mungkin Dia terhalang oleh sesuatu, padahal Dialah Yang Maha Tampak sebelum adanya segala sesuatu? 
 كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٍ ، وَهُوَ أَظْهَرُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٍ ، وَهُوَ الْوَاحِدُ الذِي لَيْسَ مَعَهُ شَيْءٍ. كيف يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٍ ، وَهُوَ أَقْرَبُ إِلَيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ. كَيْفَ يُتَصَوَّرَ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٍ ، وَلَوْلاهُ مَا كانَ وُجُودُ كُلِّ شَيْءٍ. يَا عَجباً كَيْفَ يَظْهَرُ الْوُجُودُ فِي الْعَدَمِ أَمْ كَيْفَ يَثْبُتُ الْحَادِثُ أَمْ كَيْفَ يَقْبتُ الْحَادِثُ مَعَ مَنْ لَهُ وَصفُ الْقِدَمِ.Terjemahan: 
Bagaimana mungkin Dia terhalang oleh sesuatu, padahal Dia lebih nyata dari segala sesuatu? Bagaimana mungkin Dia terhalang oleh sesuatu, padahal Dialah Yang Maha Esa yang tiada sesuatu pun bersama-Nya? Bagaimana mungkin Dia terhalang oleh sesuatu, padahal Dia lebih dekat kepadamu daripada segala sesuatu? Bagaimana mungkin Dia terhalang oleh sesuatu, padahal jika bukan karena Dia, tidak akan ada wujud segala sesuatu? Sungguh mengherankan, bagaimana wujud (makhluk) dapat tampak dalam ketiadaan (Allah)? Atau bagaimana yang baru (makhluk) dapat tetap ada bersama Dia yang memiliki sifat Maha Dahulu? 
 (۱۷) مَا تَرَكَ مِنَ الْجَهْلِ شَيْئاً مَنْ أَرَادَ أَنْ يَحْدُثَ فِي الْوَقْتِ غَيْرَ مَا أَظْهَرَهُ اللَّهُ فِيهِ.Terjemahan:
 (17) Tidaklah ia meninggalkan sedikit pun dari kebodohan, orang yang ingin mengadakan sesuatu pada suatu waktu selain dari apa yang telah Allah tampakkan padanya di waktu itu. 
 (۱۸) إحالَتُكَ الأَعْمَالَ عَلَى وُجُودِ الفَرَاغِ مِنْ رُعُونَاتِ النَّفْسِ.Terjemahan:
 (18) Penundaanmu terhadap amal-amal (baik) sampai adanya waktu luang (dari kesibukan dunia) adalah termasuk kebodohan jiwa. 
 (۱۹) لا تَطْلُبْ مِنْهُ أَنْ يُخْرِجَـكَ مِن حَالَةٍ لِيَسْتَعْمِلَكَ فِيما سواها فَلَوْ أَرَادَكَ لَاسْتَعْمَلَكَ مِنْ غَيْرِ إِخراج.Terjemahan: 
(19) Jangan meminta kepada-Nya agar Dia mengeluarkanmu dari suatu keadaan untuk Dia gunakan engkau pada keadaan selainnya. Jika Dia menghendakimu (untuk keadaan lain itu), niscaya Dia akan menggunakanmu tanpa harus mengeluarkanmu (dari keadaan semula).
 (۲۰) ما أَرَادَتْ هِمَّةُ سَالِكَ أَنْ تَقِفَ عِنْدَمَا كُشِفَ لَهَا، إِلَّا وَنَادَتْهُ هَوَاتِفُ الْحَقِيقَةِ الَّذِي تَطْلُبُهُ أَمَامَكَ، وَلاَ تَبَرَّجَتْ ظَوَاهِرُ الْمُكَوِّنَاتِ إِلَّا وَنَادَتْهُ حَقَائِقِهَا : [إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ ].Terjemahan: 
(20) Tidaklah semangat seorang salik (penempuh jalan spiritual) hendak berhenti pada apa yang telah tersingkap baginya, melainkan suara-suara kebenaran akan menyerunya: "Yang engkau cari ada di hadapanmu." Dan tidaklah tampak keindahan lahiriah ciptaan-ciptaan ini, melainkan hakikatnya akan menyerunya: "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan, maka janganlah engkau kafir." 
 (۲۱) طَلَبكَ مِنْهُ اتهَامٌ لَهُ ، وَطَلَبَكَ لَهُ.Terjemahan: 
(21) Permintaanmu kepada-Nya (untuk sesuatu selain Dia) adalah tuduhan terhadap-Nya (bahwa Dia tidak cukup), dan permintaanmu kepada-Nya (untuk diri-Nya semata). (Catatan: Kalimat kedua pada hikmah ini tampak tidak lengkap dalam sumber yang diberikan. Biasanya dilanjutkan dengan penjelasan akibat dari permintaan tersebut). Halaman 8 غَيْبَةٌ مِنْكَ عَنْهُ ، وطَلَبُكَ لِغَيْرِهِ لِقِلَّةِ حَيَائِكَ مِنْه وَطَلَبُكَ مِنْ غَيْرِهِ لِوُجُودِ بُعْدِكَ عَنْهُ.Terjemahan: (lanjutan atau hikmah terpisah dari no 21) ...adalah kelalaian darimu terhadap-Nya. Dan permintaanmu kepada selain-Nya adalah karena sedikitnya rasa malumu kepada-Nya, dan permintaanmu dari selain-Nya adalah karena adanya jarak antara dirimu dengan-Nya.
 (۲۲) مَا مِنْ نَفَسٍ تُبْدِيهِ إِلَّا وَلَهُ قَدَرٌ فِيكَ يُمْضِيهِ.Terjemahan: (22) Tidak ada satu napas pun yang engkau hembuskan melainkan ada takdir Allah padamu yang Dia jalankan melaluinya. 
 (۲۳) لا تَتَرَقَّبْ فَرَاغَ الأَغْيَارِ فَإِنَّ ذَلِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُودِ الْمُراقَبَةِ لَهُ فِيمَا هُوَ مُقِيمُكَ فِيهِ.Terjemahan: (23) Jangan menunggu kosongnya (hatimu dari) selain Allah, karena hal itu akan memutuskanmu dari kewajiban muraqabah (merasa diawasi) kepada-Nya dalam keadaan di mana Dia menempatkanmu. (٢٤) لاَ تَسْتَغْرِبْ وُقُوعَ الأَكْدَارِ مَا دُمْتَ فِي هَذِهِ الدَّارِ فَإِنَّهَا مَا أَبْرَزَتْ إِلَّا مَا هُوَ مُسْتَحَقُّ وَصْفِهَا.Terjemahan: (24) Jangan merasa heran atas terjadinya kesusahan-kesusahan selama engkau masih berada di dunia ini, karena dunia ini tidak menampakkan kecuali apa yang layak menjadi sifatnya. Halaman 9 وَوَاجِبُ نَعْتِهَا.Terjemahan: (Lanjutan no 24) ...dan apa yang pasti menjadi ciri khasnya. (٢٥) ما تَوَقفَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِرَبِّكَ وَلَا تَيَسَّرَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِنَفْسِكَ.Terjemahan: (25) Tidak akan terhenti suatu permintaan yang engkau ajukan melalui Tuhanmu, dan tidak akan mudah suatu permintaan yang engkau ajukan melalui dirimu sendiri. (٢٦) مِنْ عَلَامَاتِ النَّجْحِ فِي النَّهَايَاتِ الرُّجُوعِ إلى الله في البدَايَاتِ.Terjemahan: (26) Di antara tanda-tanda keberhasilan di akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah di awal perjalanan. (۲۷) مَنْ أَشْرَقَتْ بِدَايَـــــــهُ أَشْرَقَتْ نهَايَتُهُ.Terjemahan: (27) Barangsiapa permulaannya bersinar, maka akan bersinar pula akhirnya. (۲۸) مَا اسْتَودِع في غَيْبِ السَّرَائِر ظَهَرَ في شَهَادَةً الظَّوَاهِرِ.Terjemahan: (28) Apa yang tersimpan dalam rahasia batin akan tampak pada kesaksian lahiriah. (۲۹) شَتَانَ بَيْنَ مَنْ يَسْتَدِلُ بِهِ أَوْ يَسْتَدِلُ عَلَيْهِ ، الْمُسْتَدِلُّ بِهِ عَرَفَ الْحَقَّ لِأَهْلِهِ فَأَثْبَتَ الأمرَ مِنْ وُجودِ أَصْلِهِ ، وَالإِسْتِدْلَالُ.Terjemahan: (29) Jauh berbeda antara orang yang berdalil dengan-Nya (Allah) dan orang yang berdalil atas-Nya. Orang yang berdalil dengan-Nya telah mengenal Al-Haq (Kebenaran) sebagaimana mestinya, lalu ia menetapkan perkara dari adanya sumber asalnya. Adapun berdalil... Halaman 10 عَلَيْهِ مِنْ عَدَمِ الوُصُولِ إِلَيْهِ ، وَإِلَّا فَمَتَى غَابَ حَتَّى يُسْتَدَلُ عَلَيْهِ وَمَتَى بَعُدَ حَتَّى تَكُونَ الآثَارُ هِيَ الَّتِي تُوَصِّلُ إِلَيْهِ.Terjemahan: (Lanjutan no 29) ...atas-Nya adalah (tanda) dari tidak sampainya (seseorang) kepada-Nya. Jika tidak demikian, kapankah Dia gaib sehingga perlu dicari dalil atas-Nya? Dan kapankah Dia jauh sehingga jejak-jejak (ciptaan-Nya) yang harus menyampaikan kepada-Nya? (۳۰) [ لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ] : الوَاصِلُونَ إِلَيْهِ ، وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللهُ ] السَّائِرُونَ إِلَيْهِ.Terjemahan: (30) "Hendaklah orang yang mempunyai kelapangan memberi nafkah menurut kelapangannya" (QS. Ath-Thalaq: 7) – merekalah orang-orang yang telah sampai kepada-Nya. "Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari apa yang dianugerahkan Allah kepadanya" (QS. Ath-Thalaq: 7) – merekalah orang-orang yang sedang berjalan menuju-Nya. (۳۱) اهْتَدَى الرَّاحِلُونَ إِلَيْهِ بِأَنْوَارِ التَّوَجُهِ ، وَالْوَاصِلُونَ لَهُمْ أَنْوَارُ الْمُواجَهَةِ فَالْأَوَّلُونَ لِلأَنْوَارِ ، وهؤلاء الأَنْوَارُ لَهُمْ لأَنهُمْ للهِ.Terjemahan: (31) Para musafir yang berjalan menuju-Nya mendapat petunjuk dengan cahaya tawajuh (menghadap kepada-Nya), sedangkan orang-orang yang telah sampai kepada-Nya memiliki cahaya muwajahah (berhadapan langsung). Maka, golongan pertama (musafir) adalah untuk cahaya (mereka membutuhkan cahaya), sedangkan golongan kedua ini, cahaya adalah untuk mereka (cahaya yang melayani mereka) karena mereka adalah milik Allah. Halaman 11 لاَ لِشيْءٍ دُونَـه [ قُـــلِ اللهُ ثُــمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ ].Terjemahan: (Lanjutan no 31) ...bukan untuk sesuatu selain-Nya. [Katakanlah: "Allah". Kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya]. (Kutipan ayat dari QS. Al-An'am: 91) (٣٢) تَشَوُّفُكَ إِلَى مَابَطَنَ فِيكَ مِنَ الْعُيُوبِ ، خَيْرٌ مِنْ تَشَوُّفِكَ إِلَى مَاحُجِبَ عَنْكَ مِنَ الْغُيُوبِ.Terjemahan: (32) Keinginanmu untuk mengetahui aib-aib yang tersembunyi dalam dirimu lebih baik daripada keinginanmu untuk mengetahui hal-hal gaib yang tersembunyi darimu. (٣٣) اَلْحَقُّ لَيْسَ بِمَحْجُوبٍ ، وَإِنَّمَا المَحْجُوبُ أَنْتَ عَنِ النَّظَرِ إِلَيْهِ إِذْ لَوْ حَجَبَهُ شَيْءٌ لَسَتَرَهُ مَاحَجَبَهُ ؛ Terjemahan: (33) Al-Haq (Allah) tidaklah terhalang (oleh sesuatu). Sebenarnya yang terhalang adalah dirimu sendiri dari memandang kepada-Nya. Sebab, jika ada sesuatu yang menghalangi-Nya, niscaya sesuatu yang menghalangi-Nya itu akan menutupi-Nya. Halaman 11 (Lanjutan) & 12 وَلَوْ كَانَ لَهُ سَاتِرٌ لَكَانَ لِوُجُودِهِ حَاصِرٌ وَكُلُّ حَاصِرٍ لِشَيْءٍ فَهُوَ لَهُ قَاهِرٌ [ وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ].Terjemahan: (Lanjutan no 33) Dan jika ada yang menutupi-Nya, niscaya ia akan membatasi wujud-Nya, dan setiap yang membatasi sesuatu, maka ia menguasai sesuatu itu. [Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas hamba-hamba-Nya]. (Kutipan ayat dari QS. Al-An'am: 18, 61) (٣٤) أخْرُجْ مِنْ أَوْصَافِ بَشَرِيَّتِكَ عَنْ كُلِّ وَصْفٍ مُنَاقِضٍ لِعُبُودِيَّتِكَ لِتَكُونَ لِنِدَاءِ الْحَقِّ مُجِيباً وَمِنْ حَضْرَتِهِ قَرِيباً.Terjemahan: (34) Keluarlah dari sifat-sifat kemanusiaanmu, dari setiap sifat yang bertentangan dengan kehambaanmu, agar engkau dapat menyambut seruan Al-Haq (Allah) dan dekat dengan hadirat-Nya. (٣٥) أَصْلُ كُلِّ مَعْصِيَةٍ وَغَفْلَةٍ وَشَهْوَةٍ الرِّضَا عَنِ النَّفْسِ، وَأَصْلُ كُلِّ طَاعَةٍ وَيَقَظَةٍ وَعِفَّةٍ عَدَمُ الرِّضَا مِنْكَ عَنْهَا وَلأَنْ تَصْحَبَ جَاهِلاً لاَ يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَصْحَبَ عَالِماً يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ ، فَأَيُّ عِلْمٍ لِعَالِمٍ يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ ، وَأَيُّ جَهْلٍ لِجَاهِلٍ لايَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ.Terjemahan: (35) Pangkal setiap maksiat, kelalaian, dan syahwat adalah ridha (merasa puas) terhadap diri sendiri. Dan pangkal setiap ketaatan, kesadaran, dan iffah (menjaga diri dari yang haram) adalah ketidakpuasanmu terhadap dirimu sendiri. Sungguh, engkau berteman dengan orang bodoh yang tidak ridha terhadap dirinya sendiri lebih baik bagimu daripada engkau berteman dengan orang alim yang ridha terhadap dirinya sendiri. Maka, ilmu apakah yang dimiliki orang alim yang ridha terhadap dirinya sendiri? Dan kebodohan apakah yang dimiliki orang bodoh yang tidak ridha terhadap dirinya sendiri? Halaman 13 (٣٦) شُعاعُ البَصِيرَة يُشْهِدُكَ قُرْبَهُ مِنْكَ ؛ وَعَيْنُ البَصِيرَةِ تُشْهِدُكَ عَدَمَكَ لِوُجُودِهِ ؛ وَحَقُّ الْبَصِيرَةِ يُشْهِدُكَ وُجُودَهُ لا عَدَمَكَ وَلاَ وُجُودَكَ.Terjemahan: (36) Sinar bashirah (mata hati) membuatmu menyaksikan kedekatan-Nya denganmu; mata bashirah membuatmu menyaksikan ketiadaanmu karena wujud-Nya; dan hakikat bashirah membuatmu menyaksikan wujud-Nya, bukan ketiadaanmu dan bukan pula wujudmu. (٣٧) كَانَ اللّـهُ وَلاَ شَيْءَ مَعَهُ وَهُوَ الآنَ عَلَى مَا عَلَيْهِ كَانَ.Terjemahan: (37) Allah ada dan tiada sesuatu pun bersama-Nya, dan Dia sekarang tetap seperti sedia kala. (٣٨) لاَ تَتَعَدَّ نِيَّةُ هِمَّتِكَ إِلى غَيْرِهِ ، فَالْكَرِيمُ لا تَتَخَطَّاهُ الآمَالُ.Terjemahan: (38) Jangan biarkan niat dan semangatmu melampaui (mencari) selain Dia, karena Yang Maha Pemurah itu tidak akan dilewati oleh harapan-harapan (makhluk-Nya). (٣٩) لاَتَرْفَعَنَّ إِلَى غَيْرِهِ حَاجَةً هُوَ مُورِدُهَا عَلَيْكَ ، فَكَيْفَ يَرْفَعُ غَيْرُهُ مَاكَانَ هُوَ لَهَا وَاضِعاً ؟ مَنْ لا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَرْفَعَ حَاجَةً عَنْ نَفْسِهِ فَكَيْفَ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَكُونَ لَهَا.Terjemahan: (39) Jangan sekali-kali engkau mengajukan kepada selain-Nya suatu hajat yang Dia sendiri datangkan kepadamu. Maka bagaimana mungkin selain Dia dapat mengangkat sesuatu yang Dia sendiri telah letakkan? Barangsiapa tidak mampu mengangkat suatu hajat dari dirinya sendiri, bagaimana mungkin ia mampu untuk... Halaman 14 عَنْ غَيْرِهِ رَافِعاً.Terjemahan: (Lanjutan no 39) ...mengangkatnya dari orang lain? (٤٠) إِنْ لَمْ تُحْسِنْ ظَنَّكَ بِهِ لأَجْلِ وَصْفِهِ فَحَسِّنْ ظَنَّكَ بِهِ لِوُجُودِ مُعَامَلَتِهِ مَعَكَ ، فَهَلْ عَوَّدَكَ إِلاَّ حَسَناً ، وَهَلْ أَسْدَى إِلَيْكَ إِلاَّ مِنناً.Terjemahan: (40) Jika engkau tidak dapat berbaik sangka kepada-Nya karena (memahami) sifat-sifat-Nya, maka berbaik sangkalah kepada-Nya karena adanya perlakuan-Nya terhadapmu. Bukankah Dia tidak pernah membiasakanmu kecuali dengan kebaikan, dan bukankah Dia tidak pernah memberimu kecuali anugerah? (٤١) الْعَجَبُ كُلُّ الْعَجَبِ مِمَّنْ يَهْرُبُ مِمَّا لاَانْفِكَاكَ لَهُ عَنْهُ ويَطْلُبُ مَا لاَ بَقَاءَ لَهُ مَعَهُ [ فَإِنَّهَا لاَتَعْمَى الأَبْصَارُ وَلكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ ].Terjemahan: (41) Sungguh aneh, sebenar-benar keanehan, dari orang yang lari dari sesuatu yang ia tidak dapat melepaskan diri darinya (yaitu Allah), dan mencari sesuatu yang tidak kekal bersamanya (yaitu dunia). "Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada." (QS. Al-Hajj: 46). (٤٢) لا تَرْحَلْ مِنْ كَوْنٍ إِلى كَوْنٍ فَتَكُونَ كَحِمَارِ الرَّحَا يَسِيرُ وَالْمَكَانُ الَّذِي ارْتَحَلَ إِلَيْهِ هُوَ المَكَانُ الَّذِي ارْتَحَلَ مِنْهُ ، ولكِنِ ارْحَلْ مِنَ الأَكْوَانِ إِلَى الْمُكَوِّنِ ] وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ.Terjemahan: (42) Janganlah engkau berpindah dari satu alam (makhluk) ke alam (makhluk) lainnya, sehingga engkau menjadi seperti keledai penggilingan yang berjalan (berputar-putar) namun tempat yang ditujunya adalah tempat yang sama dari mana ia berangkat. Akan tetapi, berpindahlah dari alam-alam (ciptaan) menuju Sang Pencipta. "Dan bahwasanya kepada Tuhanmulah... Halaman 15 الْمُنْتَهَى ] وَانْظُرْ إِلَى قَوْلِهِ صلى الله عليه وسلم} مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ }. فَافْهَمْ قَوْلَهُ عَلَيْهِ الصَّلاةُ والسَّلاَمُ.Terjemahan: (Lanjutan no 42) ...kesudahan (segala sesuatu)." (QS. An-Najm: 42). Dan perhatikanlah sabda Nabi SAW: "Barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin diraihnya atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrah kepadanya." Maka pahamilah sabda beliau SAW ini. (٤٣) لاَ تَصْحَبْ مَنْ لا يُنْهِضُكَ حَالُهُ وَلا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ.Terjemahan: (43) Jangan berteman dengan orang yang keadaannya tidak membangkitkan semangatmu (untuk beribadah) dan perkataannya tidak menunjukkanmu kepada Allah. (٤٤) رُبَّمَا كُنْتَ مُسِيئاً فَأَرَاكَ الإِحْسَانَ مِنْكَ صُحْبَتُكَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْوَاُ حَالاً مِنْكَ.Terjemahan: (44) Boleh jadi engkau berbuat buruk, lalu pertemananmu dengan orang yang keadaannya lebih buruk darimu membuatmu melihat kebaikan pada dirimu. (٤٥) مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ ، وَلاَ كَثُرَ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ رَاغِبٍ.Terjemahan: (45) Tidaklah sedikit amal yang muncul dari hati yang zahid (tidak cinta dunia), dan tidaklah banyak amal yang muncul dari hati yang cinta dunia. (٤٦) حُسْنُ الأَعْمَالِ نَتَائِجُ حُسْنِ.Terjemahan: (46) Baiknya amal adalah hasil dari baiknya... Halaman 16 الأَحْوَالِ ، وَحُسْنُ الأَحْوَالِ مِنَ التَّحَقُّقِ فِي مَقَامَاتِ الإِنْزَالِ.Terjemahan: (Lanjutan no 46) ...keadaan (spiritual), dan baiknya keadaan (spiritual) berasal dari pencapaian (realisasi diri) pada maqam-maqam (tingkatan-tingkatan) turunnya (karunia Ilahi). (٤٧) لا تتْرُكِ الذِّكْرَ لِعَدَمِ حُضُورِكَ مَعَ اللهِ فِيهِ لأَنَّ غَفْلَتَكَ عَنْ وُجُودِ ذِكْرِهِ أَشَدُّ مِنْ غَفْلَتِكَ في وُجُودِ ذِكْرِهِ ، فَعَسَى أَنْ يَرْفَعَكَ مِنْ ذِكْرٍ مَعَ وُجُودِ غَفْلَةٍ ؛ Terjemahan: (47) Jangan tinggalkan zikir karena ketidakhadiran hatimu bersama Allah di dalamnya. Karena kelalaianmu dari adanya zikir kepada-Nya lebih parah daripada kelalaianmu dalam (menghadirkan hati saat) berzikir kepada-Nya. Maka, semoga Dia mengangkatmu dari zikir yang disertai kelalaian; إِلَى ذِكْرٍ مَعَ وُجُودِ يَقَظَةٍ وَمِنْ ذِكْرٍ مَعَ وُجُودِ يَقَظَةٍ إِلَى ذِكْرٍ مَعَ وُجُودِ حُضُورِ وَمِنْ ذِكْرٍ مَعَ وُجُودِ حُضُورٍ إِلى ذِكْرٍ مَعَ وُجُودِ غَيْبَةٍ عَمَّا سِوَى الْمَذْكُورِ [ وَمَا ذلِكَ عَلَى اللهِ بِعَزِيزٍ ].Terjemahan: (Lanjutan no 47) ...menuju zikir yang disertai kesadaran (hati), dan dari zikir yang disertai kesadaran menuju zikir yang disertai kehadiran (hati bersama Allah), dan dari zikir yang disertai kehadiran menuju zikir yang disertai lenyapnya (kesadaran akan) segala sesuatu selain Yang Dizikiri (Allah). [Dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah]. (Kutipan ayat dari QS. Ibrahim: 20 & QS. Fathir: 17) (٤٨) مِنْ عَلَامَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ ، عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافَقَاتِ.Terjemahan: (48) Di antara tanda-tanda matinya hati adalah tidak adanya kesedihan atas ketaatan (peluang ibadah) yang terlewatkan olehmu. Halaman 17 وَتَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُودِ الزَّلاَّتِ.Terjemahan: (Lanjutan no 48) ...dan meninggalkan penyesalan atas kesalahan-kesalahan (dosa) yang telah engkau lakukan. (٤٩) لا يَعْظُمِ الذَّنْبُ عِنْدَكَ عَظَمَةً تَصُدُّكَ عَنْ حُسْنِ الظَّنِّ بِاللّـهِ فَإِنَّهُ مَنْ عَرَفَ رَبَّهُ اسْتَصْغَرَ في جَنْبِ كَرَمِهِ ذَنْبَهُ.Terjemahan: (49) Jangan sampai dosa terasa begitu besar di sisimu hingga menghalangimu dari berbaik sangka kepada Allah. Karena sesungguhnya, barangsiapa mengenal Tuhannya, ia akan menganggap kecil dosanya di sisi kemurahan-Nya. (٥٠) لاصَغِيرَةَ إِذَا قَابَلَكَ عَدْلُهُ ، وَلاَ كَبِيرَةَ إِذَا وَاجَهَكَ فَضْلُهُ.Terjemahan: (50) Tidak ada dosa kecil jika keadilan-Nya yang engkau hadapi, dan tidak ada dosa besar jika karunia-Nya yang datang kepadamu. (٥١) لا عَمَلَ أَرْجَى لِلْقَبُولِ ؛ مِنْ عَمَلٍ يَغِيبُ عَنْكَ شُهُودُهُ وَيُحْتَقَرُ عِنْدَكَ وُجُودُهُ.Terjemahan: (51) Tidak ada amal yang lebih diharapkan untuk diterima (oleh Allah) selain amal yang penyaksiannya (oleh dirimu) lenyap darimu dan keberadaannya terasa hina di sisimu. (٥٢) إِنَّمَا أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِتَكُونَ بِهِ عَلَيْهِ وَارِداً.Terjemahan: (52) Sesungguhnya Dia mendatangkan warid (karunia/ilham ilahi) kepadamu agar dengannya engkau datang kepada-Nya. Halaman 18 (٥٣) إنَّما أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِيَسْتَلِمَكَ مِنْ يَدِ الأَغْيَارِ ؛ وَيُحَرِّرَكَ مِنْ رِقِّ الآثَارِ.Terjemahan: (53) Sesungguhnya Dia mendatangkan warid kepadamu untuk menyelamatkanmu dari cengkeraman selain-Nya (makhluk) dan membebaskanmu dari perbudakan jejak-jejak (ciptaan). (٥٤) أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِيُخْرِجَكَ مِنْ سِجْنِ وُجُودِكَ إِلى فَضَاءِ شُهُودِكَ.Terjemahan: (54) Dia mendatangkan warid kepadamu untuk mengeluarkanmu dari penjara wujudmu (ego) menuju keluasan penyaksianmu (terhadap-Nya). (٥٥) الأَنْوَارُ مَطَايَا الْقُلُوبِ وَالأَسْرَارِ.Terjemahan: (55) Cahaya-cahaya (ilahi) adalah kendaraan bagi hati dan rahasia-rahasia (batin). (٥٦) النُّورُ جُنْدُ الْقَلْبِ ، كَمَا أَنَّ الظُّلْمَةَ جُنْدُ النَّفْسِ فَإِذَا أَرَادَ اللّهُ أَنْ يَنْصُرَ عَبْدَهُ أَمَدَّهُ بِجُنُودِ الأَنْوَارِ وَقَطَعَ عَنْهُ مَدَدَ الظُّلَمِ وَالأَغْيَارِ.Terjemahan: (56) Cahaya adalah tentara hati, sebagaimana kegelapan adalah tentara nafsu. Maka, apabila Allah hendak menolong hamba-Nya, Dia akan membantunya dengan tentara cahaya dan memutus darinya bantuan kegelapan dan selain-Nya (makhluk). (٥٧) النُّورُ لهُ الكَشْفُ ، وَالْبَصِيرَةُ لَها الْحُكْمُ والْقَلبُ لَهُ الإِقْبَالُ وَالإِدْبَارُ.Terjemahan: (57) Cahaya berfungsi untuk menyingkap (hakikat), bashirah (mata hati) berfungsi untuk menetapkan hukum (membedakan benar dan salah), dan hati berfungsi untuk menghadap (kepada Allah) atau berpaling (dari-Nya). (Catatan: nomor hikmah tertulis ٧٥, namun urutannya adalah ٥٧) Halaman 19 (٥٨) لا تُفَرِّحُكَ الطَّاعَةُ لأَنَّهَا بَرَزَتْ مِنْكَ وَافْرَحْ بِهَا لأَنَّهَا بَرَزَتْ مِنَ اللّـهِ إِلَيْكَ [ قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ ].Terjemahan: (58) Janganlah ketaatan membuatmu bergembira karena ia muncul darimu, tetapi bergembiralah karena ia muncul dari Allah untukmu. [Katakanlah: "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."] (QS. Yunus: 58). (٥٩) قَطَعَ السَّائِرِينَ لَهُ وَالْوَاصِلِينَ إِلَيْهِ عَنْ رُؤْيَةِ أَعْمَالِهِمْ وَشُهُودِ أَحْوَالِهِمْ ، أَمَّا السَّائِرُونَ فَلأَنَّهُمْ لَمْ يَتَحَقَّقُوا الصِّدْقَ مَعَ اللهِ فِيهَا وَأَمَّا الْوَاصِلُونَ فَلأَنَّهُ غَيَّبَهُمْ بِشُهُودِهِ عَنْهَا.Terjemahan: (59) Dia (Allah) memutus para sa'irin (orang-orang yang berjalan menuju-Nya) dan para washilin (orang-orang yang telah sampai kepada-Nya) dari melihat amal-amal mereka dan menyaksikan keadaan-keadaan (spiritual) mereka. Adapun para sa'irin, (terputus pandangannya) karena mereka belum mencapai kejujuran (kesungguhan) bersama Allah dalam amal-amal tersebut. Sedangkan para washilin, (terputus pandangannya) karena Dia telah melenyapkan mereka (dari memandang amal) dengan penyaksian mereka terhadap-Nya. (٦٠) مَا بَسَقَتْ أَغْصَانُ ذُلٍّ إِلاَّ عَلَى بُذُورِ طَمَعٍ.Terjemahan: (60) Tidaklah tumbuh menjulang cabang-cabang kehinaan melainkan di atas benih-benih ketamakan. Halaman 20 (٦١) مَا قَادَكَ شَيْءٌ مِثْلَ الْوَهْمِ.Terjemahan: (61) Tidak ada sesuatu yang menuntunmu (kepada kesesatan) seperti halnya angan-angan (kosong). (٦٢) أَنْتَ حُرٌّ مِمَّا أَنْتَ عَنْهُ آيِسٌ ؛ وَعَبْدٌ لِمَا أَنْتَ لَهُ طَامِعٌ.Terjemahan: (62) Engkau merdeka dari apa yang engkau putus asa darinya, dan engkau adalah hamba bagi apa yang engkau tamak kepadanya. (٦٣) مَنْ لَمْ يُقْبِلْ عَلَى اللهِ بِمُلاطَفَاتِ الإِحْسَانِ ؛ قِيدَ إِلَيْهِ بِسَلاَسِلِ الإمْتِحَانِ.Terjemahan: (63) Barangsiapa tidak menghadap kepada Allah dengan kelembutan-kelembutan kebaikan (yakni dengan kesadaran akan nikmat-Nya), ia akan digiring kepada-Nya dengan rantai-rantai ujian. (٦٤) مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النِّعَمَ ، فَقَدْ تَعَرَّضَ لِزَوَالِهَا ؛ وَمَنْ شَكَرَهَا فَقَدْ قَيَّدَهَا بِعِقَالِهَا.Terjemahan: (64) Barangsiapa tidak mensyukuri nikmat, maka ia telah mengundang hilangnya nikmat itu. Dan barangsiapa mensyukurinya, maka ia telah mengikatnya dengan tali pengikatnya. (٦٥) خَفْ مِنْ وُجُودِ إِحْسَانِهِ إِلَيْكَ وَدَوَامِ إِسَاءَتِكَ مَعَهُ أَنْ يَكُونَ ذَلِكَ.Terjemahan: (65) Takutlah akan adanya kebaikan-Nya (yang terus menerus) kepadamu sementara engkau terus menerus berbuat buruk kepada-Nya, (khawatir) bahwa hal itu... Halaman 21 إسْتِدْرَاجاً لَكَ [ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لا يَعْلَمُونَ ].Terjemahan: (Lanjutan no 65) ...adalah istidraj (penguluran azab) bagimu. ["Nanti Kami akan menarik mereka secara berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui."] (QS. Al-A'raf: 182 & QS. Al-Qalam: 44). (٦٦) مِنْ جَهْلِ المُرِيِدِ أَنْ يُسِيءَ الأَدَبَ ، فَتُؤَخَّرَ الْعُقُوبَةُ عَنْهُ فَيَقُولُ: لَوْ كَانَ هَذَا سُوءَ أَدَبٍ لَقَ terjemahkan dalam bahasa indonesia

Komentar

Postingan Populer